« July 2009 »
S M T W T F S
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31
You are not logged in. Log in
KIK Blog
Thursday, 26 May 2005
Pameran Komik Tragedi Mei'98
Mood:  special
Now Playing: Seni Komik, Grafis, atau Poster?
Sayang waktu pembukaan kemaren hari rabu 25 mei 2005, aku tak bisa datang. Tapi tak apalah yang penting aku bisa lihat karya gambar-gambar poster dan Komik tragedi mei hasil workshop Universitas Tarumanegara Jakarta. Bung Adit yang ngundang aku, bilang: "sayang yang ikut workshop komik sedikit, kebanyakan pesertanya memilih workshop bikin poster." Di pameran itu, tempatnya di griya rupareka FSRD Untar, hanya ada dua karya komik yang dipajang. "Mestinya ada tiga, tapi entah mengapa yang satu lagi tak dipamerkan, padahal ekspresinya bagus. Yang lihat bisa sedih." kata Bung Adit. Ya memang, aku lihat komik yang berjudul Kisah "Bahagia" Mei (lihat gambar komik dalam ukuran aslinya)aku merasa tersedihkan. Komikusnya berhasil mengungkapkan perasaannya dan menulari perasaanku.
Sedangkan komik yang satu lagi What Should We Do? (lihat gambarnya)yang digambar dengan pensil, aku perlu perenungan dulu baru bisa mengerti. Aku baru mengerti ceritanya setelah memperhatikan dengan seksama. Komik itu bercerita tentang seorang manusia yang menggali lubang di pemakaman. Ada 'flashback' gambaran peristiwa yang dialaminya. Kemudian orang itu terkubur (atau mengubur diri?). "Hm.. komik ini mengungkapkan dampak psikologis pada orang yang mengalami peristiwa Mei'98." begitu kupikir. Bung Adit bilang:" Kata Bung Firman yang membimbing workshop, komik ini ekspresinya bagus." Lalu kubilang:"Sayang cetakannya terlalu kontras pengolahan pada komputernya terlalu gelap, jadi gambarnya kurang jelas padahal seni grafis banget. Seperti cetakan lithografi."

Karya lainnya, gambar, poster (Padahal kedua komik itu juga poster perhatikanlah kemasannya poster banget) dan lukisan. Teknik pembuatannya bermacam-macam ada yang dengan fotografi adapula dengan cat minyak di atas kanvas. Di situ ada lukisan super realis (dengan cat minyak di atas kanvas)karya Donald Basoon, aku seperti kenal nama itu karena pernah lihat karya komik lingkungan hidup yang pembuatnya bernama Donald Basoon.
Dari lukisan, gambar dan poster yang sangat "art" itu penonton perlu merenung dan menghubungkannya dengan tema "Tragedi Mei" Sedangkan dari komik, seperti yang aku rasakan itulah tersedihkan.
Entah mengapa peserta workshop komik hanya sedikit. Mungkin jika banyak, nanti penonton pameran akan sedih bahkan bisa menitikkan air mata. Karena apa? karena ungkapan melalui komik lebih mudah dipahami sehingga lebih cepat mempengaruhi perasaan. Itu memang tergantung pembuatnya. Ada yang dengan jelas berekspresi menularkan perasaannya kepada penonton, ada yang membuatnya sebagai karya seni yang mengajak penonton merenung bukan bersedih.
Seperti tulisan di bagian bawah komik Kisah 'Bahagia' Mei...



Posted by klub-indonesia-komik at 5:37 AM
Updated: Tuesday, 14 June 2005 3:54 AM

Newer | Latest | Older